Jumat, 21 Maret 2008

Pengarang Tafsir Imam Syafi'i di Markas NU


NewsTafsir, Jakarta - Syeikh Ahmad Mustafa al-Farran, pengarang kitab "Tafsir Imam Syafi'i" bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (11/3).

Syeikh yang mengajar di salah satu madrasah aliyah di Riyadh itu memperkenalkan kitabnya "Tafsir Imam Syafi'i" kepada NU, organisasi Islam terbesar di dunia yang mayoritas anggotanya menganut madzab Imam Syafi'i.

Syeikh al-Farran diterima oleh Rais Syuriah PBNU DR KH Masyhuri Naim. Dua tokoh itu sempat berbincnag tentang isi kitab, tentang organisasi NU, tentang dunia keilmuan fikih di Timur Tengah, dan terutama tentang keahlian Imam Syafi'i yang luar biasa.

Pada kesempatan kunjungan di markas para nahdiliyin itu Syeikh al-Farran memberi hadiah kitab "Tafsir Imam Syafi'i" kepada PBNU, diterima oleh KH Masyhuri Na'im dan KH Artani Hasbi.

Tafsir Imam Syafi'i kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Islam Almahira, terdiri dari tiga jilid. Di Makassar kitab itu mulai dipasarkan. Sebuah iklan kolom penjualan Tafsir Imam Syafi'i terlihat di harian Tribun Timur.

KH Mayshuri Naim kepada Syeikh al-Farran bercerita tentang organisasi NU, sejak NU mengirimkan delegasi 'Komite Hejaz' kepada raja Ibnu Saud di Jazirah Arab, hingga kepeloporan para tokoh pendiri NU yang bermadzab Syafi'i.

Maysuhuri juga memperkenalkan dua kitab baru berbahasa Arab yakni Al-Hujaj al-Qatiyyah fi Shihhatil Mu'taqidat wal `Amaliyyat an-Nahdliyyah Audlohul Manahij yang dikarang oleh kiai dan santri di kalangan NU.

Kitab Al-Hujaj al-Qatiyyah fi Shihhatil Mu'taqidat wal `Amaliyyat an-Nahdliyyah karangan KH Muhyiddin Abdusshomad tentang dasar-dasar amaliyah dan ibadah warga NU. Kiai Muhyiddin adalah pengasuh Pondok Pesantren Nuris, dan Ketua PCNU Jember, Jawa Timur.

Sedangkan Audlohul Manahij fi Mu'jam Qawaidil Lughah Arabiyyah karya H Agus Shihib Khoironi, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Kamus gramatika Arab yang diberi pengantar oleh guru besar Al-Azhar itu diminati di Timur Tengah, Eropa, Amerika.(*)

Tidak ada komentar: