Jeddah, IslamNews - Konferensi Ekonomi Islam Internasional (IIEC) yang berlangsung di Universitas King Abdulaziz, Jedaah secara resmi dibuka untuk menelaah sejumlah kajian ekonomi Islam dalam menghadapi tantangannya di dunia modern dan membantu negara Muslim miskin membangun ekonominya.
Konferensi tiga hari yang telah dibuka sejak Rabu itu akan mengkaji penyelesaian dari halangan-halangan dalam riset di dispilin ekonomi Islam.
Riset selama 30 tahun telah menunjukkan bahwa ekonomi Islam adalah obat manjur bagi problem kemanusiaan dan pemerintah negara Muslim seharusnya memelopori dalam mengenalkan sistem itu dalam negaranya, kata seorang delegasi dalam IIEC.
"Kami di sini untuk mengkaji apa yang telah kita capai sejauh ini dalam mempromosikan ekonomi Islam dan mendiskusikan cara-cara mengEnai tantangan ke depan," kata Prof Khurshid Ahmad, Ketua Institut Studi Kebijakan di Pakistan dan pemenang penghargaan King Faisal International Prize untuk kajian Islam.
"Ekonomi Islam telah diterima sebagai sebuah disiplin ilmu. Apa yang kita butuhkan saat ini adalah menerapkannya dalam skala besar untuk memecahkan problem masyarakat Muslim dan kemanusiaan secara luas," katanya seperti dikutip Arab News.
Ia menekankan kebutuhan penggunaan sumberdaya ummat untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Muslim.(Antara/IINA)
Kamis, 03 April 2008
Konferensi Ekonomi Islam, Antisipasi Modernitas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar