Jeddah, IslamNews - Para ekonomi, pengusaha, bankir dan periset termasyhur seluruh dunia, termasuk dari AS, Inggris, Mesir, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Indonesia, India, Australia dan Selandia Baru, ikut serta dalam Konferensi Ekonomi Islam Internasional (IIEC) yang berlangsung di Universitas King Abdulaziz, Jedaah.
Dr. Najatullah Siddiqui, pemenang penghargaan King Faisal Prize untuk Kajian Islam dan penulis buku ekonomi Islam, adalah salah satu pembicara utama pada sesi pertama yang memfokuskan 30 tahun riset ekonomi Islam.
Prof. Abdelhamid Brahimi, direktur jendral Pusat Kajian Islam Manghribi di London menjelaskan peran potensial ekonomi Islam dapat memberantas kemiskinan di dunia Muslim. Ia menyerukan penerapan dan mendesak pemerintah Muslim untuk memepeloporinya.
Brahimi, bersama dengan Ahmad, saat ini sedang mengwasi proyek pembuatan ensiklopedia ekonomi Islam yang memiliki 5.000 halaman dan lime seri. "Ensiklopedia ini akan memeiliki dampak yang luar biasa," katanya.
Nagaoka Shinsuke, mahasiswa doktoral program ekonomi Islam di Universitas Kyoto Jepang hadir juga dalam konferensi tersebut. Ia mengatakan dirinya terterik terhadap ekonomi Islam sebagai kritik atas kapitalisme.
Ia mengatakan banyak profesional di Jepang belakangan ini menujukkan ketertarikannya terhadap perbankan Islam. Bahkan JBIC ( Japan bank for International Cooperation) juga berminat untuk menyediakan jasa islami tersebut.(Antara/IINA)
Kamis, 03 April 2008
Pakar Ekonomi dan Praktisi Bisnis Dunia Hadiri IIEC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar