Selasa, 01 April 2008

Taubatnya Aktivis Dakwah

Oleh: Rusdi

Nabi Yunus As merupakan sosok nabi yang memilki tempramen dengan watak yang keras. Dalam sebuah riwayat yunus AS meninggalkan kaumnya yang membangkan dan tak mau mendengar apa yang diserukannya tentang kebenaran Allah SWT. Dalam kemarahan yang amat dalam dari sosok yunus tersebut meninggalkan kaumnya menuju suatu tempat dimana ada orang yang mau menerima seruannya.

Meninggalkan amanah yang Allah telah titipkan kepadanya. Ketidaksabaran yunus AS dalam mengemban amanah tersebut membuatnya berpikiran untuk meninggalkan kaumnya. “Dan (ingatlah kisah)Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) , maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap; “bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(al-Anbiya’21 : 87)

Dengan menumpangi kapal yang sesak dengan penumpangnya, yunus as pergi meninggalkan umatnya. Dalam perjalanan Nabi Yunus dilempar kelaut atas permintaanya sendiri dikarenakan kapal yang ditumpanginya tak bisa menerima kehadiran Yunus as yang lari dari ummatnya. Seekor ikan paus menelannya dan memenjarakan selama empat puluh hari lamanya dalam perut ikan. Membuat Yunus as tersadar dan bertaubat akan kesalahan dan kemaksiatan yang telah dilakukakannya dikarenakan lari dari tanggungjawab yang di embankan Allah kepadnya.

Kutipan sejarah tersebut diatas mengantarkan kepada kita pada beberapa hal diantaranya:
1. Nabi Yunus adalah manusia biasa yang mendapat kemuliaan dari Allah SWT
2. Medan dakwah ini sangatlah berat, penuh dengan pembangkangan dan penolakan
3. Kesabaran adalah modal utama dalam dakwah
4. Ummat manusia adalah amanah yang dititipkan Allah pada para aktivis Dakwah

Yunus as bukan telah melakukan maksiat dalam pandangan manusia, hanya saja kesalahnnya adalah meninggalkan ummatnya yang tersesat, yang tak mau menerima seruannya sehingga ia marah besar. Kemarahan dan berpalingnya yunus as inilah membuat ia terpenjarakan diperut ikan paus selama empat puluh hari. Dalam keterpenjaraan itulah Nabi yunus tersadar akan kesalahannya. Ia pun bertaubat dan memohon ampunan Allah SWT.

Kadang kita merasa telah berdakwah namun tak menadapatkan apresiasi dari objek dakwah kita terlebih dari saudara-saudara se aktivis dakwah sendiri. Fenomena ini kadang membuat kita future dan lari dari tanggung jawab dikarenakan kekecwaan yang mendalam dan kemarahan yang memuncak. Melupakan esensi dari dakwah itu sendiri yakni ikhlas dalam beramal dan Hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Sesungguhnya yang pokok dalam dakwah itu sendiri dan bukan da’i. boleh saja dada terasa sempit, akan tetapi ia harus tabah dan tetap menjalankan dakwahnya. Kebaikan akan dia perolehnya saat ia sabar menghadapi ejekan dan tekanan para musuh-musuhnya.

Untuk itu berhati-hatilah wahai para aktifis dakwah yang mundur dari medan dakwah, jangan sampai kalian mendapat fitnah dan adzab pedih yang tidak diketahui melainkan Allah sendiri. Terkadang Adzab itu berupa matinya hati setelah itu akan mendapat adzab yang pedih dan dimasukkan kedalam jurang yang amat dalam dengan kobaran api yang siap melalap mangsanya. Tak adalagi yang didapatkan selain Aib.

Mungkin saatnya para aktivis Dakwah bertaubat. Akan kelemahan dan kekurangannya sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabiyullah Yunus as. Agar tidak lagi menyalahkan kondisi dan situasi yang dialaminya. Saatnya para aktivis memperbaharui niatnya agar tidak terkotori oleh sifat riya dan takbbur dan hanya mengharap keridhaan Allah semata.
Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari su’ul khatimah.

Tidak ada komentar: